MAIN MENU

Senin, 29 November 2021

Pelita Air Dapat Izin Operator Penerbangan

Salah satu pesawat Pelita Air Service 

 SeruTV.com - PT Pelita Air Service (PAS) sudah dapat izin operator penerbangan atau Air Operator Certicate (AOC) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penerbangan komersil pun sudah bisa dioperasikan perusahaan tersebut.

Namun, dengan adanya AOC tersebut, makin mencuatkan isu Pelita Air akan mengambil alih sejumlah rute Garuda Indonesia.

Baca Juga : Geger! Seorang Nenek di Mendalo Ditemukan Tewas

Menanggapi isu tersebut, Komisaris utama PT Pelita Air Service Michael Umbas menyatakan, bukan kewenangan perusahaan untuk mengambil alih atau menggantikan rute Garuda Indonesia. Menurut dia, kewenangan itu berada di tangan Kementerian BUMN.

“Itu ranah kementerian BUMN. Sebagaimana pernah disampaikan, kami memang melihat peluang bisnis semata pada penerbangan berjadwal ini. Tidak terkait dengan isu maskapai lain,” ujar Michael dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Baca Selengkapnya di Jambiseru.com (Network SeruTV.com)

Minggu, 28 November 2021

Geger! Seorang Nenek di Mendalo Ditemukan Tewas

SeruTV.com - Warga Permindo dan Puri Masurai II, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi digegerkan dengan penemuan mayat seorang nenek. Penemuan tersebut terjadi pada Minggu (28/11/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Mayat tersebut ditemukan dengan posisi terbaring miring. Mayat tersebut ditemukan di dalam sebuah toko.


Pantauan dilokasi, mayat tersebut ditemukan dengan luka di bagian wajah. Adapun identitas korban yakni Nuraini (76).

Salah satu warga mengatakan, kejadian ini diketahui pada siang hari.

“Kita tidak tahu juga bagaimana kronologinya. Kita datang sudah ramai,” katanya dilokasi. (*)

Sumber:Jambiseru.com (Network Jambiseru.com)

Jumat, 26 November 2021

Gembleng SDM Kader: DPD PDI Perjuangan Jambi Gelar PKM

Pembukaan PKM DPD PDI Perjuangan Jambi

SeruTV.com - Gembleng SDM para kader, DPD PDI Perjuangan Jambi menggelar Pelatihan Kader Madya (PKM) di Rumah Besar Kaum Marhean PDI Perjuangan Jambi, Jambi Selatan, Kota Jambi, Jumat (26/11/2021).

PKM yang diadakan sesuai protokol Covid-19 ini, dibuka langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Jarot Saiful Hidayat. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi Edi Purwanto mendampingi selama penggemblengan para kader madya ini.

"Seluruh pengurus di berbagai tingkatan terus menggenjot kaderisasi dengan cara meningkatkan pendidikan kader. Hal yang ditekankan dalam pendidikan tersebut adalah, membangun kesadaran kolektif ideologis, sehingga PDI Perjuangan ke depan bisa konsisten sebagai partai berwajah kerakyatan," terang Jarot Saiful Hidayat, membuka PKM.

Dijelaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto, PKM ini dilaksaanakan mulai tanggal 26 November sampai 28 November 2021. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman kader partai terhadap Ideologi Partai, sehingga kader mampu mengejawantahkan cita-cita partai sebagai partai Pelopor membela hak-hak masyarakat yang termarjinalkan.

Edi Purwanto yang juga Ketua DPRD Provinsi Jambi ini menambahkan, ada tiga jenjang pengkaderan formal yang wajib dijalani seluruh pengurus dari berbagai tingkatan PDIP. Mulai dari DPP hingga ke tingkat ranting. 

Yang paling dasar, yakni Pelatihan Kader Pratama, Kader Madya, dan Kader Utama. Kader pratama dididik di tingkat kabupaten/kota, kader madya di tingkat provinsi, sementara kader utama di tingkat pusat.

"Tujuan utamanya memperkuat SDM seluruh kader PDI Perjuangan. Dengan SDM yang kuat, akan memperkuat partai secara keseluruhan," terang Edi Purwanto.

Akmaluddin, kader PDI Perjuangan Jambi yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi menambahkan, PKM ini adalah agenda rutin PDI Perjuanagn Sebagai langkah strategis penguatan partai.

"Peserta pelatihan kader madya adalah utusan dari DPC PDI Perjuangan se Provinsi Jambi," tutup Akmal. (*)

Dewan Kebut Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2022

Ketua DPRD Provinsi Jambi yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto (kiri), Akmaluddin anggota dewan provinsi Jambi dari PDI P.


SeruTV.com  - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi kejar pengesahan rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Provinsi Jambi 2022. Sampai saat ini tahapan sudah masuk ke pembahasan badan anggaran dewan.

Malah, saking ingin mengejar waktu, dewan provinsi mengadakan rapat-rapat pemantapan dengan OPD lingkup Pemprov Jambi. Dari pagi hingga malam hari, rapat-rapat diadakan maraton. Tak putus-putus.

Baca Juga :  Raffi-Nagita Lahiran Putra ke-2

Dijelaskan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, target pengesahan APBD Provinsi Jambi 2022, sedang diupayakan terkejar. Itu demi kemajuan dan pembangunan Provinsi Jambi.

Menurut politisi muda ini, anggota dewan provinsi Jambi sangat serius dan murni membahas secara matang anggaran yang diajukan Pemprov Jambi. 

"Kita harus ngebut, supaya target pengesahan terkejar dan Jambi bisa langsung dikebut pembangunannya," ungkap Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, belum lama ini.

Dengan disahkannya RAPBD Provinsi Jambi 2022, besar harapan wakil rakyat dan seluruh rakyat Jambi, semua program pemerintah provinsi Jambi bisa segera direalisasikan.

"Semoga terkejar. Kawan-kawan sekarang sedang mempercepat pembahasan, akhir bulan November ini kita harap bisa final," tutup Ketua DPD Partai PDI Provinsi Jambi ini,.

Terpisah, Akmaluddin, anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga kader PDI P, menambahkan, semua komisi dan unsur di DPRD Provinsi Jambi, terus mengebut pembahasan APBD Provinsi Jambi.

"Alhamdulillah selesai. Kita berharap APBD 2022 segera disahkan dan segera direalisasikan Pemprov Jambi," tandasnya.

Ditambahkan Bang Akmal -sapaan akrab Akmaluddin-, pembahasan di komisi sudah selesai. Kini masih tahapan Banggar. 

"Insya Allah tanggal 30 November 2021 paripurna pengesahan RAPBD 2022," tutupnya. (*)

Kamis, 25 November 2021

Raffi-Nagita Lahiran Putra ke-2


Raffi-Nagita Lahiran Putra ke-2

SeruTV.com - Raffi Ahmad dan Nagita Slavina hari ini berbahagia. Mereka punya putra ke-2 setelah Gigi (Nagita) melahirkan hari ini, Jumat (26/11/2021).

Pemilik klub bola Rans Cilegon ini, bahkan memajang foto di IG-nya 2 jam lalu. Terlihat raut kebahagiaan di wajah Raffi Ahmad yang termasuk orang terkaya di Indonesia ini.

“Jam 8.36 WIB. Cowok guys,” ujarnya.

Baca juga : Nirina Zubir Walk Out Saat Live di TV

Raffi Ahmad setia mendampingi sang istri menggunakan baju medis keluar dari ruangan operasi.

Sementara Nagita Slavina langsung duduk di kursi roda setelah operasi selesai dan diboyong ke ruangan rawat inap.

Salah seorang dokter di sana pun sempat mengungkap kondisi anak kedua Raffi Ahmad itu.

“Alhamdulillah bayinya sehat,” kata dokter tersebut.

Selain didampingi suami, Nagita Slavina juga ditemani sang ibunda, Rieta Amilia dan Amy Qanita dan anaknya, Rafathar Malik Ahmad.

Seperti diketahui, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad kembali dikaruniai anak berjenis kelamin laki-laki. Anak pertama mereka yang bernama Rafathar Malik Ahmad sendiri lahir pada 15 Agustus 2015.(red)

Sumber: Jambiseru.com (Network)

Jumat, 19 November 2021

Nirina Zubir Walk Out Saat Live di TV


Nirina Zubir Walk Out Saat Live di TV

Serutv.com - Nirina Zubir tiba-tiba walk out di saat acara live di stasiun TV swasta nasional, Jumat (19/11/2021).

Nirina Zubir menganggap bahwa stasiun TV yang adalah TV One itu, hanya memberi panggung kepada pengacara yang membela mafia tanah.

Baca juga : Ini Calon Pengganti Situs Alexa Com

“Saya kecewa sekali sama TV One, saya memberi waktu saya untuk klarifikasi untuk bicara dengan BPN, tidak diberi tahu ada lawyer yang baru datang kemudian mengambil waktu saya yang menjelaskan asal-asalan. Jadi terima kasih TV One yang memberikan panggung kepada orang-orang yang tidak layak di sini. terima kasih,” ucap Nirina Zubir dikutip dari YouTube pada Jumat (19/11/2021), dilansir laman Suara.com (media partner Jambiseru.com network serutv.com).

Baca juga : Aplikasi Streaming WeTV Mulai Digemari

Lalu TV One memberi klarifikasi dan membuat surat terbuka. Surat itu diunggah di akun instagram @tvonenews.

Jakarta, 19 November 2021

Salam hormat,

Saya Eduardus Karel Dewanto, Penanggungjawab Program Apa Kabar Indonesia Malam dan Tim, menanggapi ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, saat berdialog di tvOne dengan judul “Rumah Ditilap Mafia Tanah, Nirina Menggugat”

Berikut penjelasan kami :

1. Sama sekali tvOne tidak bermaksud menjebak, seperti disampaikan Mbak Nirina dengan menghadirkan pengacara tersangka Riri. Semata mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah.

2. Sama sekali tvOne tidak bermaksud dengan sengaja, tidak menginformasikan kehadiran pengacara tersangka. Kami memperoleh narasumber tersebut untuk memenuhi kaidah keberimbangan pun di menit terakhir menjelang on air.

Sejak awal dialog seluruh narasumber sudah diperkenalkan presenter. Saat itu, Mbak Nirina juga bersedia berdialog dengan pengacara tersebut. Saat jeda komersial pun tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika di segmen berikutnya presenter memberi waktu ke kuasa hukum tersangka.

3. Dalam konteks isi dialog, tvOne sepakat dan berpihak pada pemberantasan Mafia Tanah. Oleh karena itulah, kami menghadirkan nara sumber yang kompeten lainnya, seperti Staf Khusus Kementerian BPN, Dirkrimsus Polda Metro Jaya dan Pengamat Pidana. Dari narasumber tersebut, disimpulkan semuanya setuju Mafia Tanah harus diperangi.

Demikian penjelasan kami semoga bisa membantu menjernihkan informasi atas ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, selaku korban Mafia Tanah.

Terima kasih

Salam Hormat,

Eduardus Karel Dewanto

Manager Hard News Talkshow.

Diketahui, kasus mafia tanah ini berawal saat almarhumah ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Marzuki, menyuruh ART-nya, Riri Khasmita untuk mengurus surat-surat tanah miliknya di kawasan Jakarta Barat.

Mendapat kepercayaan itu, Riri malah tak amanah. Dia justru mengubah kepemilikan enam aset menjadi atas namanya dan sang suami. Selain dengan suami, Riri juga dibantu notaris dan PPAT dalam melakukan aksinya itu.

Laporan polisi Nirina Zubir dan kakaknya resmi diterima Polda Metro Jaya dengan laporan polisi nomor LP/B/2844/VI/SPKT Polda Metro Jaya sejak 3 Juni 2021. (red)

Sumber: Jambiseru.com (Network)

Baca juga : Surat Yasin Beserta Terjemahannya

Kamis, 18 November 2021

Ini Penyebab Traffic Pembaca Media Online Turun


Ini Penyebab Traffic Pembaca Media Online Turun

By : Monas Junior *

Tulisan ini hanya ungkapan semacam curhat tentang gambaran perkembangan media berbasis teks di masa depan.

Saat ini, media yang berkembang pesat adalah media berbasis audio visual. Platformnya sangat banyak. Mulai dari Youtube, Instagram, Facebook, TikTok dan hampir semua media sosial sudah menyediakan layanan Audio Visual.

Kecenderungan masyarakat beralih ke konten Audio Visual, sudah terlihat beberapa tahun terakhir. Namun di tahun ini, perkembangan itu makin pesat. 

Akibatnya, sadar tidak sadar, pembaca teks mengalami penurunan drastis. Berdasar data analytics google di beberapa domain Jambiseru Network, diketahui tingkat pembaca makin lama makin menurun. Grafik Visitor dan tampilan, menunjukkan panah ke bawah dari bulan ke bulan.

Supaya diketahui, sumber-sumber traffic bagi media online tak lain :

1. Media Sosial

2. Organik / Pencarian

Nah, potensi pembaca terbesar ada pada dua saluran penyebaran atau distribusi berita tersebut di atas. Namun, dari hari ke hari, ke dua sumber saluran itu mengalami penurunan drastis. Bisa dikatakan sampai 50 persen penurunannya setiap bulan.

Penulis menganalisis Analytics Google trafik di 3 situs Jambiseru Network. Rata-rata, semua mengalami penurunan signifikan. Ini berbahaya!

1. Media Sosial

Penyebaran berita atau link urls berita di platform media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter, semua menghasilkan trafik yang tak lagi memuaskan dibanding bulan November tahun 2020 lalu (data pembanding Oktober 2021).

2. Organic

Pencarian keyword atau data tertentu melalui situs pencarian berbasis teks seperti Google, Yahoo, Bing dan semacamnya, juga mengalami penurunan drastis. 

Padahal, trafik organik ini sangat diandalkan oleh media-media online berbasis teks dan foto di Indonesia dan seluruh dunia. Lihat, ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan media online.

Terus terang, penulis belum punya data cukup kuat untuk menjawab pertanyaan apa penyebab trafi media online turun. 

Tetapi, melihat perkembangan dan kebiasaan masyarakat yang lebih menyukai video ketimbang teks, bisa kita perkirakan bahwa ini salah satu penyebab kenapa trafik media online turun. 

Baca juga : Berikut Cara Memilih Ad Unit Agar Revenue Adsense Naik

Di media-media online, teks adalah basis utama. Sedangkan di platform media sosial, kini mengandalkan video (audio visual).

Orang-orang sudah malas membaca teks. Mereka lebih senang menonton dan melihat. Kepuasan audio visual ini membawa ancaman besar bagi media online atau media streaming lain berbasis teks.

Apalagi, penulis memperhatikan bahwa anak-anak milenial bahkan generasi Z ke bawah, kini sudah menjadikan platform seperti Youtube sebagai sumber mendapatkan informasi. Mereka tak lagi menggunakan Google! 

Alih-alih mencari informasi di situs pencarian, generasi baru ini, malah membuka Youtube dan mencari informasi yang mereka butuhkan di platform itu. Dengan mengakses youtube, mereka tak hanya mendapatkan data berupa teks, tetapi juga mendapatkan data informasi berupa video, foto dan audio. Sangat lengkap. Dan, sangat memuaskan.

Baca juga : Opini Monas Junior : Judul SEO Versus EYD

Well, jika masih fokus mengoptimalkan situs pencarian berbasis teks, ini bisa kita anggap tak lagi langkah prioritas. Jika pembaca mulai bergeser ke Youtube, ya, mau tak mau harus memperkuat SEO di Youtube Chanel.

Harus Ikut Zaman Jika Tak Ingin Tergulung 

Dan, -ini sangat menyedihkan-, kita sebagai pelaku usaha media online, juga mau tak mau harus segera bermigrasi ke Youtube dan platform berbasis Audio-Visual. Video adalah jenis media online baru yang harus secepatnya digarap. Jika tidak, media online profesional yang dilindungi Undang-undang Pers, akan tergulung arus kecepatan dunia media sosial.

Baca juga : Opini Musri Nauli : Nama Tempat

Apakah media mainstream akan mati? Entahlah. Semoga tidak. 

Itu karena media sosial, memiliki celah besar untuk berkembangnya Hoax atau berita palsu. Maka, media mainstream harus jadi garda terdepan melawan Hoax. 

Tetapi, itu lah, ombak zaman tak bisa dilawan. Kita hanya bisa ikut irama ombak jika tak ingin tergulung.

Video, Foto, Audio, Teks dan media berbasis teks. Benang kusut yang harus segera diluruskan.(***)

* Monas Junior adalah nama pena dari Alpadli Monas. Pegiat Media dari Provinsi Jambi, Sumatera, Indonesia.  IG : @monasjunior, blog monasjunior.blogspot.com